Poems


Poems14 Feb 2009 01:01 am

Dulu aku punya cinta…
yang sedianya ingin kuberi padamu
bersama seluruh rindu yang sanggup membuat
angin berhenti berhembus
bersama seluruh sayang yang mampu membuat
ombak kehilangan buih-buih putihnya
bersama seluruh kata yang terukir
dalam bilah-bilah merahku..

Dulu aku punya cinta
yang sanggup mendentingkan lagu-lagu indah
pada setiap titis embun di pagi yang berkabut
yang mampu menggetarkan ujung-ujung jemari
setiap kali gelombangmu mengusik sisi diamku
yang menyusun kata-kata biru
yang terpancar tegas dari sudut-sudut kerling matamu

dan kini
aku masih punya cinta ….
walaupun bukan kamu miliknya…..

Ikhlas
aLi
http://www.adventurerali.com

Poems23 Sep 2008 06:17 pm
ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,

mengapa aku tak pernah bertanya,

mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,

apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat,

ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika semua itu diminta kembali,

kusebut itu sebagai musibah,

kusebut itu sebagai ujian,

kusebut itu sebagai petaka,

kusebut dengan panggilan apa saja

untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,

kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak rumah,

lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit,

kutolak kemiskinan,

Seolah …

semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah …

keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti

matematika:

aku rajin beribadah,

maka selayaknyalah derita menjauh dariku,

dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,

dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,

dan menolak keputusanNya yang tak sesuai

keinginanku,

ya Allah,

padahal tiap hari kuucapkan,

hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu,

bencana dan keberuntungan sama saja”

(WS Rendra).

Next Page »